Rajin Beribadah, Pintar di sekolah, Ikhlas Beramal

Selasa, 13 Desember 2011

Standar Kompetensi Bimbingan dan Konseling di SLTA

Dalam Permendiknas No. 23/2006 telah dirumuskan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang harus dicapai peserta didik, melalui proses pembelajaran berbagai mata pelajaran. Namun, sungguh sangat disesalkan dalam Permendiknas tersebut sama sekali tidak memuat Standar Kompetensi yang harus dicapai peserta didik melalui pelayanan Bimbingan dan Konseling. Oleh karena itu, Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) mengambil inisiatif untuk merumuskan Standar Kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik, mulai tingkat SD sampai dengan Perguruan Tinggi, dalam bentuk naskah akademik, untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan Depdiknas dalam menentukan kebijakan Pelayanan Bimbingan dan Konseling di Indonesia.
Dalam konteks pembelajaran Standar Kompetensi ini disebut Standar Kompetensi Lulusan (SKL), sementara dalam konteks Bimbingan dan Konseling Standar Kompetensi ini dikenal dengan istilah Standar Kompetensi Kemandirian (SKK), yang di dalamnya mencakup sepuluh aspek perkembangan individu (SD dan SLTP) dan sebelas aspek perkembangan individu (SLTA dan PT). Kesebelas aspek perkembangan tersebut adalah: (1) Landasan hidup religius; (2) Landasan perilaku etis; (3) Kematangan emosi; (4) Kematangan intelektual; (5) Kesadaran tanggung jawab sosial; (6) Kesadaran gender; (7) Pengembangan diri; (8) Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis); (9) Wawasan dan kesiapan karier; (10) Kematangan hubungan dengan teman sebaya; dan (11) Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga (hanya untuk SLTA dan PT). Masing-masing aspek perkembangan memiliki tiga dimensi tujuan, yaitu: (1) pengenalan/penyadaran (memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai); (2) akomodasi (memperoleh pemaknaan dan internalisasi atas aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai) dan (3) tindakan (perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari dari aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai).
Aspek perkembangan dan beserta dimensinya tampaknya sudah disusun sedemikian rupa dengan mengikuti dan diselaraskan dengan prinsip-prinsip, kaidah-kaidah dan tugas-tugas perkembangan yang harus dicapai individu.
Berikut ini rumusan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik pada Sekolah Lanjutan Tingkat Atas
STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN (SKK) PESERTA DIDIK
PADA SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS
    No
    Aspek Perkembangan
    Tataran/Internalisasi Tujuan
    Pengenalan
    Akomodasi
    Tindakan
    1
    Landasan hidup religiusMempelajari hal ihwal ibadahMengembangkan pemikiran tentang kehidupan beragamaMelaksanakan ibadah atas keyakinan sendiri disertai sikap toleransi
    2
    Landasan perilaku etisMengenal keragaman sumber norma yang berlaku di masyaraakatMenghargai Keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambilan keputusanBerperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek etis
    3
    Kematangan emosiMempelajari cara-cara menghindari konflik dengan orang lainBersikap toleran terhadap ragam ekspresi perasaan diri sendiri dan orang lainMengekspresikan perasaan dalam cara-cara yang bebas,terbuka dan tidak menimbulkan konflik
    4
    Kematangan intelektualMempelajari cara-cara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah secara objektifMenyadari akan keragaman alternatif keputusan dan konsekuensi yang dihadapinyaMengambil keputusan dan pemecahan masalah atas dasar informasi/data secara obyektif
    5
    Kesadaran tanggung jawab sosialMempelajari keragaman interaksi sosialMenyadari nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalam konteks keragaman interaksi sosialBerinteraksi dengan orang lain atas dasar kesamaan
    6
    Kesadaran genderMempelajari perilaku kolaborasi antar jenis dalam ragam kehidupanMenghargai keragaman peraan laki-laki atau perempuan sebagai aset kolaborasi dan keharmonisan hidupBerkolaborasi secara harmonis dengan lain jenis dalam keragaman peran
    7
    Pengembangan diriMempelajari keunikan diri dalam konteks kehidupan sosialMenerima keunikan diri dengan segala kelebihan dan kekurangannyaMenampilkan keunikan diri secara harmonis dalam keragaman
    8
    Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis)Mempelajari strategi dan peluang untuk berperilaku hemat,ulet, sengguh-sungguh dan kompetitif dalam keragaman kehidupanMenerima nilai-nilai hidup hemat,ulet sungguh-sungguh dan kompetitif sebagai aset untuk mencapai hidup mandiriMenampilkan hidup hemat, ulet, sungguh-sungguh dan kompetitif atas dasar kesadaran sendiri
    9
    Wawasan dan kesiapan karierMempelajari kemampuan diri, peluang dan ragam pekerjaan, pendidikan, dan aktifitas yang terfokus pada pengembangan alternatif karir yang lebih terarahInternalisasi nilai-niolai yang melandasi pertimbangan pemilihan alternatif karirMengembangkan alternatif perencanaan karir dengan mempertimbangkan kemampuan, peluang dan ragam karir
    10
    Kematangan hubungan dengan teman sebayaMempelajari cara-cara membina dan kerjasama dan toleransi dalam pergaulan dengan teman sebayaMenghargai nilai-nilai kerjasama dan toleransi sebagai dasar untuk menjalin persahabatan dengan teman sebayaMempererat jalinan persahabatan yang lebih akrab dengan memperhatikan norma yang berlaku
    11
    Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluargaMengenal norma-norma pernikahan dan berkeluargaMengharagai norma-norma pernikahan dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis
    Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif tentang norma pernikahan dan berkeluarga
Sumber:
Depdiknas.2007.Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal.Jakarta.
Semoga dapat bermanfaat...!!!

Jumat, 09 Desember 2011

Penambahan Sarana Lab PAI

Aliyahyaspib, Madrasah Aliyah terus berbenah diri untuk memajukan dunia pendidikan, hal ini telah dibagunnya laboratorium pendidikan agama islam (PAI) yang sekarang ini sementara jalan pekerjaannya. Penambahan fasilitas ini diupayakan bisa memacu anak didik dalam bidang penguasaan ilmu agama islam. Anggaran laboratorium ini sebesar Rp. 150.000.000,- tahun anggaran 2011 dengan rincian 60 % pembagunan dan 40 % pengadaan isi  lab. Bantuan ini berasal dari Direktorat Jenderal Pendidkkan Agama Islam Cq. Subdit Kurikulum pada Direktor MAPENDA Kemenag RI. Pembagunan gedung ini direncanakan oleh panitia pembagunan selama 60 hari kalender kerja. Penanggungjawab : Kepala Madrasah, ketua panitia : Wadan Y. Anuli, S.Pd, bendahara : Siti J. Nuna, S.Pd, sekretaris : Burhan Baharuddin, SE, Pengadaan barang : Arifin Natunggele, S,Ag. Pembagunan ini telah dimulai pada tanggal 11 oktober 2011. Dengan adanya lab pai ini diharapkan madrasah aliyah lebih maju khususnya program studi keagamaan. Program keagamaan ini adalah program ciri khas madrasah oleh karena itu program ini merupakan program yang langka di sekolah2 atau madrasah. Untuk madrasah swasta seprovinsi sulut hanya madrasah aliyah yaspib yang membuka program ini. Sehingga dengan dibukanya program ini diharapkan madrasah aliyah yaspib bitung lebih unggul dari madrasah2 lain yang ada di sulut.

Fasilitas MA Yaspib Makin Modern


aliyah, 07 Des 2011. fasiltas Madrasah Aliyah Yaspib terus d benahi dan ditingkatkan agar menjadi representatif untuk memajukan pendidikan khususnya pendidikan di MA Yaspib Bitung, ini dibuktikan dengan beberapa bantuang yang dikucurkan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama Pusat dan Provinsi. Fasilitas ini diharapkan bisa membawa MA Yaspib Bitung dalam prestasi dibidang akademik. Tahun 2011 MA Yaspib menerima bantuan beasiswa miskin (BKM) 10 orang, @. Rp. 720.000/bulan. beasiswa prestasi 12 orang @. Rp. 1.200.000/bulan, pembangunan LAB PAI dan isi Rp. 150.000.000,-, isi LAB Bahasa  Rp. 187.000.000,-

semua bantuan ini menunjukkan komitmen pemerintah khususnya Kementerian Agama RI benar-benar memperhatikan kualitas pendidikan.
Pihak Civitas Akademika MA Yaspib mengharapkan kepada semua lapisan masyarakat muslim agar tidak ragu untuk menyekolahkan anak2nya di MA Yaspib Bitung dan tidak lagi memandang sebelah mata terhadap MA Yaspib Bitung. Dengan berkembangnya MA Yaspib Bitung dalam bidang pendidikan agar orang tua siswa bisa meyakinkan dirinya bahwa MA Yaspib Bitung adalah Sekolah/Madrasah satu-satunya pilihan yang utama dan benar serta tepat.
MA Yaspib Bitung siap melayani dan mendidik  anak2 bangsa muslim untuk berkompetisi diberbagai bidang

Kamis, 03 November 2011

Penambahan Sarana Lab PAI




Aliyahyaspib, Madrasah Aliyah terus berbenah diri untuk memajukan dunia pendidikan, hal ini telah dibagunnya laboratorium pendidikan agama islam (PAI) yang sekarang ini sementara jalan pekerjaannya. Penambahan fasilitas ini diupayakan bisa memacu anak didik dalam bidang penguasaan ilmu agama islam. Anggaran laboratorium ini sebesar Rp. 150.000.000,- tahun anggaran 2011 dengan rincian 60 % pembagunan dan 40 % pengadaan isi  lab. Bantuan ini berasal dari Direktorat Jenderal Pendidkkan Agama Islam Cq. Subdit Kurikulum pada Direktur MAPENDA Kemenag RI. Pembagunan gedung ini direncanakan oleh panitia pembagunan selama 60 hari kalender kerja. Penanggungjawab : Kepala Madrasah, ketua panitia : Wadan Y. Anuli, S.Pd, bendahara : Siti J. Nuna, S.Pd, sekretaris : Burhan Baharuddin, SE, Pengadaan barang : Arifin Natunggele, S,Ag. Pembagunan ini telah dimulai pada tanggal 11 oktober 2011. Dengan adanya lab pai ini diharapkan madrasah aliyah lebih maju khususnya program studi keagamaan. Program keagamaan ini adalah program ciri khas madrasah oleh karena itu program ini merupakan program yang langka di sekolah2 atau madrasah. Untuk madrasah swasta seprovinsi sulut hanya madrasah aliyah yaspib yang membuka program ini. Sehingga dengan dibukanya program ini diharapkan madrasah aliyah yaspib bitung lebih unggul dari madrasah2 lain yang ada di sulut.